Marriage

Pagi tadi aku dan suami sedikit bersitegang karena hal yang sangat sepele, aku meminta tolong agar plastik yang ada ditempat sampah diganti karena menurutku itu kekecilan, sehingga ketika aku membuang sampah, sampahnya berceceran. Suami, yang mungkin lelah karena sudah begadang dan kurang tidur 2 hari menanggapinya dengan agak kesal karena merasa aku yang enggan mengganti sendiri. 

Hal-hal remeh temeh semacam itu pada akhirnya bisa membuat senin pagi yang sudah padat menjadi semakin runyam. Aku menangis, setelah sebelumnya terlibat perdebatan yang disertai saling mengangkat suara. 

Walaupun pada akhirnya kami berbaikan, dan saling memaafkan, ada hal yang kusesali. Yang pertama, aku gagal menahan emosi, yang kedua dan utama, Arkan mendengar pertengkaran itu.

Satu hal langsung terlintas di pikiranku, bahwa aku pernah mendengar, anak yang broken home itu bukanlah anak yang orangtua nya berpisah/bercerai, tetapi anak yang selalu mendengar orangtuanya bertengkar.

Anakku, maafkan kami ya..kalau kalian kelak dewasa dan mengerti, kami terkadang bertengkar bukan karena tidak saling menyayangi, tetapi karena tidak berhasil menaklukkan ego dalam diri.

Love,

Fika

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s